Archive for category Cerita

Mesin ATM Tarik Uang

Saya pernah mendapat cerita dari seorang kawan tentang duitnya yang ditelen kembali oleh mesin ajaib penghasil uang, tak lain dan tak bukan adalah mesin ATM. Saat itu dia akan ngambil uangnya via ATM. Setelah memasukkan kartu ATM dan memilih jumlah yang dipilih, kartu ATM langsung keluar dari mesin, dan langsung diambil. Kemudian giliran uangnya yang keluar dari mesin. Entah apa yang sedang dilakukan, dia tidak langsung mengambil uangnya, dan itu berlangsung agak lama. Dan tiba-tiba, uang tersebut masuk kembali ke mesin. Dia langsung mengecek saldo yang tersisa, alhasil saldonya kepotong, dan si uang yang diinginkannya tak dapat diambil kembali. Waah,kasian bener….
Sehari yang lalu, saya mampir ke ATM untuk nambah cadangan uang. Setelah memasukkan kartu ATM dan menekan pilihan Rp 100.000, kartu ATM langsung keluar. Saat uang keluar, saya tak langsung mengambil uangnya, saya hanya memegang uang tersebut. setelah 5-7 detk berlalu, tiba-tiba bagian pengeluar uang tersebut aktif dan menarik uang tersebut, langsung saja menguatkan pegangan jari. Dan uangnya masuk setengah bagian ke dalam mesin. Langsung tarik itu uang, agak susah memang. Alhamdulillah, uangnya bisa diambil dan tidak robek. Bersyukur banget, lumayan uang seratus ribu bisa buat hidup seminggu. Andai saja ketarik lagi dan tak dapat diambil, bisa ngamuk di tempat itu.
Begitulah ceritanya, akhirnya bisa juga membuktikan salah satu keunikan mesin ATM. Dan bermanfaat pula cerita yang didapat dari temen saya itu. Semoga bermanfaat juga buat yang lain..


Sumber gambar :atm
Iklan

,

Tinggalkan komentar

Titip Sepatu Ahh..

Tentang pengalaman saat pergi ke Bandung belum lama ini. Tepatnya pas mau cari masjid tuk sholat, ya sebagai warga muslim yang baik. Ada yang berbeda di masjid yang tak kunjungi. Jadi salah satu masjid di bandung memberikan layanan berbeda bagi para jamaah. Jika di jogja yang dititpkan tas/barang, namun disana yang dititpkan hanya sepatu/tidak menerima penitipan barang. Nah tu yang unik menurut pengalaman yang baru pertama mendapat hal seperti itu. Buat pengetahuan bagi temen-temen aja, siapa tau nemuin hal yang seperti itu juga.


Sumber gambar : sepatu

, ,

1 Komentar

Rasakan Sensasi Potong Rambut Khayalan!

Kebanyakan kalo potong rambut, pasti rambut anda akan berkurang entah itu sedikit atau malah hampir habis. Tapi ini beda, saya gak minta anda potong rambut beneran. Saya hanya ingin anda merasakan sensasi potong rambut tanpa hilang sedikitpun bahkan sehelaipun rambut anda kecuali kalo rambut anda mengalami kerontokan diluar batas masa aktif.

Pagi ini saat makan sahur saya dikasih file bagus dari temen. Formatnya sih berbentuk MP3. Dan bukan mp3 biasanya kayak anda denger mp3 lagu-lagu lawas yang suaranya hampir setengah hilang ditelan masa. Mp3 ini berkarakter 3D. Tau 3D? Gak tau? Celupin aja hp nya ke air es!

Ceritanya anda akan diajak ke barber shop atau salon atau lebih enak lagi disebut tempat tukang cukur. Layaknya anda mau potong rambut, anda akan diberi fasilitas penutup kepala, gunting, mesin cukur. Tapi tentu bukan anda yang memakainya karena kalo anda yang pakai pasti gak mau bayar ke tukang cukurnya. Eksekutornya akan menggunting dan selanjutnya benar-benar seperti memotong rambut anda dengan menggunakan mesin potong rambut. Sembari dipotong rambutnya, anda akan mendengarkan suara alat musik yang gak jelas termasuk dalam kategori musik apa.

Untuk bisa merasakan semua sensasi yang saya ceritakan tadi, anda harus punya alat yang support untuk memutar file MP3. Dan yang paling penting, gunakanlah alat bantu dengar saat memutarnya! Headset maksudnya. Kalo gak punya atau belum dapet pinjeman, mending jangan puter tu MP3. Kata-kata negatif bisa saja keluar dari dalam hati anda yang mungkin dapat keluar juga dari alat yang biasanya digunakan untuk makan. Siapkan headsetnya dan klik download untuk mengunduhnya. Belum ketemu untuk mengunduhnya?Saya bilang klik download!

,

7 Komentar

Propti itu . . .

Suatu ketika pada suatu hari dengan kondisi yang masih pagi tanpa embun tanpa kecap ada seseorang yang tanya pada saya.

A          : “Di tempatmu proptinya kapan?”

Saya   : (dalam hati : propti? kapan? Emang mas atau mba propti mau nikah ya?) “Di tempatku gak ada propti?”

A          : “Ah bohong kamu, dimana-mana propti itu pasti ada.”

Saya   : “Beneran gak ada, adanya juga Prapti. Tanya aja sama pak Rektor tu. Pak presiden kalo perlu.”

A          : “What?! Prapti? Lu kira orang?”

Saya   : “Iya lah. Propti mah jelek namanya, cantikan Prapti.”

A          : (Tariik nafas panjang. Dikeluarkan lewat hidung dan kuping. Calon banteng!) “Lu pernah Ospek?”

Saya   : “Ya pernah lah. Emang kenapa?”

A         : “Ospek apaan coba?”

Saya  : (Dengan bangga dan menjawab. Eh bagi Mahasiswa yang belum ngrasain ospek, mending buru-buru ngrasain dah, percuma jadi     mahasiswa kalo belum ngrasainnya.) “Ospek. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Nah terus apa hubungannya dengan prapti, eh propti?”

A         : “Lu tau kepanjangan Propti”?

Saya   : “Kan saya tanya dari tadi.”

A          : “Propti itu Program Orientasi Pendidikan Tinggi. Jadi propti itu sama dengan Ospek.”

Saya    : “Artinya Propti itu nama lainnya dari Ospek kan?”

A       : “Cakep. Bener banget. Udah lah, gak jadi tanya masalah kapan propti di tempatmu. Biar anak-anak mahasiswa baru saja yang tanya sendiri.”

Ospek apa? Terus Propti apa? Kalo ada yang tanya masalah Propti atau berkaitan dengan istilah Propti yang mungkin baru singgah di otak anda, anda gak usah perlu bingung lagi.

 

 

 

,

Tinggalkan komentar

Jawaban Sudah dan Jawaban Belum

Saya punya temen namanya Zaman. temennya dia bernama Prama. Tapi Zaman gak tau nama bapaknya Prama. Terus apa hubungannya? Sedikit cerita tentang si Prama. Prama ini orang gede (gendut juga boleh), n’dableg, item sawo mateng pake banget, tingginya rata-rata kelahiran bumi ibu pertiwi, terus —. Semoga sudah bisa membayangkan.

Suatu hari Zaman ngajak Prama buat ketemu sama temen lamanya Zaman, sebut Fahri. Sebelum ketemuan, Zaman dan Prama makan bareng, biar gak kekurangan energi buat ngobrol. Setelah selesai makan, Zaman menyempatkan sholat di mushola yang ada di tempat makan tersebut. Ngajak si Prama. Tapi si Prama bilang nanti.

“Pram, ayo sholat dulu,” ajak Zaman.

“Iya bentar, nangung makanannya belum turun,” jawab prama sambil megang perut.

Setelah Zaman selesai Sholat, Zaman mnegingatkan si Prama untuk segera sholat.

“Sono Pram sholat! Terus kita langsung berangkat.”

Apa yang dijawab Prama? “Ya ayo brangkat sekarang aja,” sahut Prama.

“Terus sholatmu gimana?” menegaskan pertanyaannya kembali.

“Gampang lah!”

Mereka meninggalkan tempat makan dengan posisi mereka berdua sudah makan, Zaman sudah sholat sedangkan Prama belum sholat. Bertemulah antara Fahri dengan Zaman yang ditemani Prama disebuah tempat yang dianggap cocok buat ngobrol. Anggep lah itu tempat ngobrol. Eh, cafe.

Ngobrol dari A ke B sampai Z sampai mlipir dari angka 1 sampai hampir 1001, tiba-tiba.

“Eh ngomong-ngomong kalian udah makan belum?” tanya Fahri.

“Kami sudah makan.” jawab Zaman. “Saya belum makan.” sahut Prama.

Zaman menyela “Pram, bukannya kita sudah makan tadi?”.

“Kamu pesen apa Pram? nanti sekalian sama saya.” Fahri langsung memotong obrolan antara Zaman dengan Pram.

“Hmm, nasi goreng spesial dengan telor sama ayam tanpa es dan tanpa jeruk.” ceringis Pram.

Kilas balik. Dari data-data hasil survey sebelumnya, kalo soal makan si Prama memang doyan. Satu porsi Zaman artinya setengah porsi bagi Prama. Dua porsi Zaman artinya satu porsi Prama. Artinya Prama selalu lebih satu porsi daripada Zaman. Dan ketika Prama di hujani pertanyaan “sudah makan belum?” selalu saja Prama bilang “Beluuum”.

Sembari menunggu pesanan jadi, Fahri bertanya lagi pada Zaman dan Prama.

“Kalian sudah Sholat?”.

Dengan tegas tanpa sedikit kecap dan saus Prama menjawab “Sudaah”.

“Lho bukannya tadi kamu belum Pram?” sentak Zaman pada Pram.

“Kata siapa?kamu aja yang gak tau.” jawab Pram dengan sangat lebih tegas dari jawaban yang tadi agar percaya kalo dia sudah sholat. Padahal mah belum sholat.

Kilas balik. Dan memang kalo si Prama di tanya tentang sholat, kebanyakan jawabnya “Sudah!”. Ya padahal sebenarnya belum. Sebelumnya memang sering dijejali pertanyaan tentang sudah apa belum melaksanakan sholat. Kebanyakan lagi jawabnya sudah. Malah diulang-ulang terus ini.

Oke, cerita selesai. Jadi bisa nambah lagi index fenomena yang ada di bumi kita Indonesia tercinta ini. Jawaban sudah dan jawaban belum. Ditanya soal sholat selalu dijawab sudah. Ditanya soal makan selalu dijawab belum.

Nah, gimana dengan anda-anda sekalian yang masih bingung dengan cerita ini? Enak jujur sebenarnya. Kalo belum jawab belum, jika memang sudah ya dijawab sudah.

,

5 Komentar