Archive for category Apakah itu?

Hukum Tiba-Tiba dengan 3M

Apa sih tiba-tiba itu? Setau saya tiba-tiba itu “ndilalah“. Apa itu ndilalah? Ndilalah adalah bahasa Jawa. Bahasa lainnya yaitu “ujug-ujug“. Terus kenapa sekarang ngomongin masalah penggunaan kata dalam bahasa? Dari judulnya ada kata-kata hukum, kaitannya dengan tiba-tiba apaan? Hukum itu bukannya sering di kaitkan dengan jaksa, hakim, terdkwa, saksi. Eh, itu peradilan namanya. Hukum itu kalo menurut saya adalah aturan. Aturan yang fungsinya untuk mengatur. Mengatur apa? Mengatur apa-apa saja yang menjadi objek aturan. Lah, 3M nya apa? Saya akan antarkan anda kelamatnya satu persatu.

Hukum. Saya dapet referensinya. Menurut Wikipedia hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan. Bidang hukum dapat dibagi dalam berbagai bidang, antara lain hukum pidana/hukum publik, hukum perdata/hukum pribadi, hukum acara, hukum tata negara, hukum administrator negara/hukum tata usaha negara, hukum Internasional, hukum adat, hukum Islam, hukum agraria, hukum bisnis, dan hukum lingkungan.

3M. 3M cuma singkatan biar enak dihapal. Tiga eM. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari hal yang kecil. Mulai dari sekarang. Pasti anda sering mendengar kalimat-kalimat tersebut disaat anda kehujanan motivasi. Anda langsung semangat, berapi-api, ingin terus bergerak, action. Tapi inget, jaga kondisi badan!

Hukum sudah tau, 3M sudah paham. Saya baca lagi dari atas, gak ada kaitannya. Beneran hukum yang akan dibahas disini beda lagi.  Si A ke utara si B ke selatan. Hasilnya kalo A dan B itu ada di bumi, pasti dia akan tabrakan. Sekarang waktunya mengaitkan kata hukum dengan kata tiba-tiba. Hasilnya menjadi hukum tiba-tiba. Hukum tiba-tiba itu maksudnya, tiba-tiba saja sudah lebaran, tiba-tiba saja sudah mau lulus, tiba-tiba saja besok sudah mulai acaranya, tiba-tiba saja deadline-nya tinggal besok, tiba-tiba tugasnya dikumpul besok, ndilalah pengumpulan materi lombanya tinggal sehari lagi, ndilalah bensinnya habis, ujug-ujug sudah harus laporan, ujug-ujug sudah pagi. Itu beberapa contohnya. Jadi hukum tiba-tiba itu dapat dikatakan kondisi dimana target, rencana, impian kita sudah akan habis masa aktifnya atau akan menemui deadline dengan tidak sadar.

Judul diatas digandeng 3M menggunakan kata “dengan” artinya saya akan menyadarkan anda tetang hukum tiba-tiba itu dengan 3M. Pasti anda belum sadar kalo hukum tiba-tiba itu sangat bahaya buat anda. Saya akan sadarkan anda. Hukum tiba-tiba itu berbahaya, jangan sampai anda bertemu dengan hukum tersebut. Baiklah kalo anda telah sadar bahwa hukum tersebut bahaya, saya akan lanjut menjelaskan kaitannya dengan 3M. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari sekarang. Anda harus sadar diri, anda harus mencoba merancang, dan anda harus action. Harus sadar bahwa besok itu deadline anda, besok itu sudah mulai ujian, 3 minggu lagi itu sudah hari H, 2 bulan lagi itu sudah makrab, 3 bulan lagi itu sudah ospek. Kuncinya jangan tunda apa yang bisa anda lakukan sekarang, jangan berpikiran “ah masih lama”.

Jika anda sudah bisa dikatakan sadar, anda harus mulai berpikir bagaimana langkah selanjutnya. Jika anda mempunyai tim, maka sadarkan rekan-rekan tim anda agar level kesadaran mereka sama dengan anda. Mulai mengonsep hal-hal yang dapat membuat target anda cepat tercapai. Merancang hal-hal yang anda lakukan setelah ini. Jika semuanya sudah lengkap, sudah dapat dikatakan mateng, dan tim anda suda solid lagi. Langkah selanjutnya adalah mulai dari sekarang. Mulai dari sekarang. Mulai dari sekarang. Action. Action. Action. Lakukan hal-hal yang telah anda rancang. Lakukan sesuatu yang realistis. Jangan hanya melamun, jangan hanya berkhayal. Jangan sampai anda ketemu dan divonis anda terkena hukum tiba-tiba. Sebelumnya anda telah sepakat, hukum tersebut bahaya. Jauhilah sekarang. Sadar, rancang, dan action sekarang!

, , , ,

2 Komentar

Adakah Rahasia Dibalik Kepanitiaan?

Adakah rahasia dibalik kepanitiaan? Jawabannya adalah TIDAK. Simpel kan jawabannya. Tidak, tidak sama sekali. Kenapa bisa tidak? Banyak alasan yang dapat menjawab tentang itu. Sebelumnya anda harus memahami kembali apa itu arti panitia dan kepanitiaan. Panitia adalah sebutan bagi orang-orang yang berkontribusi untuk menyelesaikan sebuah masalah, sering disebut sebuah acara. Sedangkan kepanitiaan adalah panitia yang bergerak. Kalo di ibaratkan sebuah kalimat dalam Bahasa Indonesia, kalimat tersebut adalah kalimat aktif.

Rahasia. Pasti kita sering mendengar “Ini hanya untuk sie kami saja, biar kami yang menyelesaikan” atau “ini khusus intern kami saja”. Kalo anda jarang mendengar hal tersebut, artinya kepanitiiaan anda baik-baik saja. Tapi kal sering mendengar kalimat diatas, kpanitiian anda dipertanyakan. Kenapa? Panitia adalah sebuah tim, bukan kelompok. Panitia itu sama-sama kerja bukan bekerja bersama-sama. Bedanya tim sama kelompok. Tim punya tujuan tertentu, sedang kelompok hanya sebuah perkumpulan. Bedanya sama-sama kerja dengan bekerja bersama-sama. Sama-sama kerja itu satu sama lain bekerja dengan tugas masing-masing untuk mencapai tujuan, sedangkan bekerja bersama-sama itu melakukan sesuatu dengan tugas yang sama. Masih belum jelas? Coba baca lagi dari awal. Baca sampai paham!

Jika salah satu sie ada yang merahasiakan sebuah permasalahan atau sebuah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat hari H acaranya, dimungkinkan acara itu akan ambur adul. Apalagi jika saat itu benar-benar terjadi permasaahan atau kemoloran waktu. Hasilnya dipastikan akan tak sesuai dengan keinginan. Padahal ada sie yang punya solusi ketika masalah itu terjadi. Tapi jika tak di floor kan, akan sia-sia. Tak maksimal dan plan tersebut tak akan bisa dijalankan.

Itu lah salah satu akibat ada kerahasiaan. Hal lain lagi, jika ada kerahasiaan, tak cocok lah disebut kepanitiaan. Bukan kepanitiaan sebagai tim, tapi kepanitiaan sekedar kelompok. Kalo hasilnya kayak gitu, BUBAR saja panitianya. BATALkan saja acaranya.

, , ,

4 Komentar

Di-Floor-Kan bukan Dilantaikan

Dalam dunia perapatan (baca pe-rapat-an, bukan per-empat-an) banyak hal yang dibahas disana. Biasanya laporan hasil kerja atau malah rancangan kerja yang akan dilaksanakan. Biasanya laporan tersebut dilaporkan kepada peserta rapat yang isinya adalah orang-orang yang mempunyai banyak waktu luang dari pada pengangguran yang selalu membuang waktunya dengan semaunya melangkah tanpa ada hasil yang menjadi tujuan. Dan biasanya hasil yang telah dilaporkan adalah hasil kerja tim yang telah dicapai sesuai target, yang telah dicapai belum sesuai target, dan yang telah dicapai dibawah target yang belum direncanakan. Malah muter – muter bahasnya. Kembali ke topik ..

Kali ini saya akan membahas judul diatas. Apasih judulnya? Liat saja sendiri!

Baik, pertama – tama kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu memberikan kita kebahagiaan, keselamatan, serta rejeki yang selalu mengalir. Mari bedo’a! Amiin. Langsung masuk kedalam kata Floor. Setau saya selama masa – masa sekolah dulu dan sekarang, cuma namanya sekarang bukan sekolah tapi kuliah, entah lahir dari mana tu nama. Tapi menurut saya mah sekolah dan kuliah itu sama – sama cari ilmu, sama – sama diajarkan. Floor yaitu lantai. Itu yang saya dapat sejak dalam kandungan sekolah. Dan saya coba juga pake translate-nya google, google translate. Dan hasilnya juga sama, liat aja tu dibawah.

Topik mana topik? Dapet!. Arti floor artinya lantai. Tapi di-floor-kan bukan berarti di-lantai-kan, terus apa? Sabar donk. Kembali lagi dalam dunia perapatan. Sering kita dengarkan bukan jumpai, orang-orang yang bicara menggunakan kata “difloorkan”. “Seharusnya masalah itu difloorkan saja dengan seluruh rekan panitia disini, dari pada dirahasiakan hanya untuk internal”. Pasti sering kan denger kata-kata kyak gitu bagi yang suka rapat?. Nah dari gaya bahasa dan bicaranya saja kita udah bisa nebak arti kata tersebut. Udah tau kan?

Ya, difloorkan disini artinya adalah dibeberkan, adalah disampaikan, artinya dibagikan, artinya memberi tahukan kepada banyak orang. Sebagai contoh penggunaanya ni, “besok kami akan floorkan masalah ini kepada forum”. Contoh lainya silahkan aplikasikan sendiri.

,

Tinggalkan komentar

Angka Unik 1 – 9 Berjumlah 10

Angka satu sampai dengan sembilan, 1 – 9, itu memang angka-angka yang unik. Semua angka yang ditulis pasti gabungan diantara rentang angka tadi. Dan inget, jangan melupakan angka enol, 0. Artinya semua angka tersebut adalah angka – angka yang harus kita hapalkan agar tak bingung dalam perhitungan.

Dari rentang angka 1 – 9 tersebut mempunyai keunikan yang mungkin belum anda temukan. Coba kira – kira apa keunikannya? Saya kasih cluenya. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan. Udah bisa membayangkan dan juga menemukan keunikannya?Saya tambah cluenya lagi. Sepuluh dan tambah. Monggo dicari ya.

Setahun kemudian….

Gimana, udah nemu? Baiklah kalo belum nemu, saya teruskan tentang keunikan angka tersebut. Semua angka di bawah Sepuluh, 10, kecuali enol, 0, yang mempunyai awalan huruf kata sama jika dijumlahkan akan berjumlah sepuluh, 10. Contohnya angkanya satu, 1, dengan sembilan, 9, Sama-sama berawalan s. Dua, 2, dengan delapan, 8, sama – sama berawalan d. Mari kita sama – sama jumlahkan.

1 + 9 = 10 | satu + sembilan = sepuluh
2 + 8 = 10 | dua + delapan    = sepuluh
3 + 7 = 10 | tiga + tujuh        = sepuluh
4 + 6 = 10 | empat + enam   = sepuluh
5 + 5 = 10 | lima + lima        = sepuluh

Sekarang udah tau kan keunikannya? Bagus… Lumayan buat nambah pengetahuan.

, ,

Tinggalkan komentar

Propti itu . . .

Suatu ketika pada suatu hari dengan kondisi yang masih pagi tanpa embun tanpa kecap ada seseorang yang tanya pada saya.

A          : “Di tempatmu proptinya kapan?”

Saya   : (dalam hati : propti? kapan? Emang mas atau mba propti mau nikah ya?) “Di tempatku gak ada propti?”

A          : “Ah bohong kamu, dimana-mana propti itu pasti ada.”

Saya   : “Beneran gak ada, adanya juga Prapti. Tanya aja sama pak Rektor tu. Pak presiden kalo perlu.”

A          : “What?! Prapti? Lu kira orang?”

Saya   : “Iya lah. Propti mah jelek namanya, cantikan Prapti.”

A          : (Tariik nafas panjang. Dikeluarkan lewat hidung dan kuping. Calon banteng!) “Lu pernah Ospek?”

Saya   : “Ya pernah lah. Emang kenapa?”

A         : “Ospek apaan coba?”

Saya  : (Dengan bangga dan menjawab. Eh bagi Mahasiswa yang belum ngrasain ospek, mending buru-buru ngrasain dah, percuma jadi     mahasiswa kalo belum ngrasainnya.) “Ospek. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Nah terus apa hubungannya dengan prapti, eh propti?”

A         : “Lu tau kepanjangan Propti”?

Saya   : “Kan saya tanya dari tadi.”

A          : “Propti itu Program Orientasi Pendidikan Tinggi. Jadi propti itu sama dengan Ospek.”

Saya    : “Artinya Propti itu nama lainnya dari Ospek kan?”

A       : “Cakep. Bener banget. Udah lah, gak jadi tanya masalah kapan propti di tempatmu. Biar anak-anak mahasiswa baru saja yang tanya sendiri.”

Ospek apa? Terus Propti apa? Kalo ada yang tanya masalah Propti atau berkaitan dengan istilah Propti yang mungkin baru singgah di otak anda, anda gak usah perlu bingung lagi.

 

 

 

,

Tinggalkan komentar