Jawaban Sudah dan Jawaban Belum

Saya punya temen namanya Zaman. temennya dia bernama Prama. Tapi Zaman gak tau nama bapaknya Prama. Terus apa hubungannya? Sedikit cerita tentang si Prama. Prama ini orang gede (gendut juga boleh), n’dableg, item sawo mateng pake banget, tingginya rata-rata kelahiran bumi ibu pertiwi, terus —. Semoga sudah bisa membayangkan.

Suatu hari Zaman ngajak Prama buat ketemu sama temen lamanya Zaman, sebut Fahri. Sebelum ketemuan, Zaman dan Prama makan bareng, biar gak kekurangan energi buat ngobrol. Setelah selesai makan, Zaman menyempatkan sholat di mushola yang ada di tempat makan tersebut. Ngajak si Prama. Tapi si Prama bilang nanti.

“Pram, ayo sholat dulu,” ajak Zaman.

“Iya bentar, nangung makanannya belum turun,” jawab prama sambil megang perut.

Setelah Zaman selesai Sholat, Zaman mnegingatkan si Prama untuk segera sholat.

“Sono Pram sholat! Terus kita langsung berangkat.”

Apa yang dijawab Prama? “Ya ayo brangkat sekarang aja,” sahut Prama.

“Terus sholatmu gimana?” menegaskan pertanyaannya kembali.

“Gampang lah!”

Mereka meninggalkan tempat makan dengan posisi mereka berdua sudah makan, Zaman sudah sholat sedangkan Prama belum sholat. Bertemulah antara Fahri dengan Zaman yang ditemani Prama disebuah tempat yang dianggap cocok buat ngobrol. Anggep lah itu tempat ngobrol. Eh, cafe.

Ngobrol dari A ke B sampai Z sampai mlipir dari angka 1 sampai hampir 1001, tiba-tiba.

“Eh ngomong-ngomong kalian udah makan belum?” tanya Fahri.

“Kami sudah makan.” jawab Zaman. “Saya belum makan.” sahut Prama.

Zaman menyela “Pram, bukannya kita sudah makan tadi?”.

“Kamu pesen apa Pram? nanti sekalian sama saya.” Fahri langsung memotong obrolan antara Zaman dengan Pram.

“Hmm, nasi goreng spesial dengan telor sama ayam tanpa es dan tanpa jeruk.” ceringis Pram.

Kilas balik. Dari data-data hasil survey sebelumnya, kalo soal makan si Prama memang doyan. Satu porsi Zaman artinya setengah porsi bagi Prama. Dua porsi Zaman artinya satu porsi Prama. Artinya Prama selalu lebih satu porsi daripada Zaman. Dan ketika Prama di hujani pertanyaan “sudah makan belum?” selalu saja Prama bilang “Beluuum”.

Sembari menunggu pesanan jadi, Fahri bertanya lagi pada Zaman dan Prama.

“Kalian sudah Sholat?”.

Dengan tegas tanpa sedikit kecap dan saus Prama menjawab “Sudaah”.

“Lho bukannya tadi kamu belum Pram?” sentak Zaman pada Pram.

“Kata siapa?kamu aja yang gak tau.” jawab Pram dengan sangat lebih tegas dari jawaban yang tadi agar percaya kalo dia sudah sholat. Padahal mah belum sholat.

Kilas balik. Dan memang kalo si Prama di tanya tentang sholat, kebanyakan jawabnya “Sudah!”. Ya padahal sebenarnya belum. Sebelumnya memang sering dijejali pertanyaan tentang sudah apa belum melaksanakan sholat. Kebanyakan lagi jawabnya sudah. Malah diulang-ulang terus ini.

Oke, cerita selesai. Jadi bisa nambah lagi index fenomena yang ada di bumi kita Indonesia tercinta ini. Jawaban sudah dan jawaban belum. Ditanya soal sholat selalu dijawab sudah. Ditanya soal makan selalu dijawab belum.

Nah, gimana dengan anda-anda sekalian yang masih bingung dengan cerita ini? Enak jujur sebenarnya. Kalo belum jawab belum, jika memang sudah ya dijawab sudah.

,

  1. #1 by hadiahdi on 23/07/2012 - 09:33

    tidak paham ~.~

  2. #2 by anotherorion on 23/07/2012 - 11:33

    wah jyan esuk2 kok wis maca reques sega goreng ik

  3. #3 by aditiazaman on 23/07/2012 - 12:45

    ko diah ra paham..?waah,,yo dipahami sik…dipahai kesimpulane..

    haha..tombo ngelih je mase..

    • #4 by hadiahdi on 23/07/2012 - 21:03

      oiya ding. intinya di kesimpulannya ya?😆
      paham saiki😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: